DPRD Hadiri Gawai Dayak Kantuk (Makai Taon) ke-2 di Desa Teluk Sindur

Online Merdeka,- Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Abdul Hamid, S.Pi., M.Si., bersama Anggota DPRD, Monika Montes, menghadiri kegiatan Gawai Dayak Bersama Suku Dayak Kantuk (Makai Taon) ke-2 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Teluk Sindur, Kecamatan Bika, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (9/5/2025).
Gawai Dayak merupakan perayaan adat tahunan sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat Dayak atas hasil panen dan kehidupan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan Makai Taon ke-2 ini menjadi momentum penting dalam melestarikan budaya dan memperkuat identitas suku Dayak Kantuk di Kapuas Hulu.
Acara dibuka secara resmi oleh Camat Bika, Paulinus Totong, S.Sos., M.A.P., dan dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan wilayah, di antaranya Kapolsek dan Danramil Kecamatan Bika, Temenggung Putussibau Utara, Temenggung Putussibau Selatan, Temenggung Bika, Ketua Umum Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Borneo Selatan, serta perwakilan dari Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) wilayah Kapuas Hulu.
Turut hadir pula Kepala Desa se-Kecamatan Bika, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat luas Desa Teluk Sindur yang antusias memeriahkan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu, Abdul Hamid menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Gawai Dayak ini sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Ia menekankan pentingnya menjaga dan merawat nilai-nilai kearifan lokal sebagai warisan leluhur yang memperkuat jati diri masyarakat Dayak.
“Kegiatan ini adalah bagian dari kekayaan budaya kita yang harus terus kita dukung dan lestarikan. DPRD Kabupaten Kapuas Hulu berkomitmen untuk mendorong pengembangan budaya daerah sebagai bagian dari pembangunan yang berkeadilan dan berakar pada nilai-nilai lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kapuas Hulu, Monika Montes menambahkan bahwa keterlibatan semua lapisan masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan semangat persatuan dan kebersamaan yang kuat di tengah keberagaman.
Gawai Dayak Kantuk ini diisi dengan berbagai pertunjukan seni budaya, prosesi adat, dan jamuan tradisional yang mempererat tali silaturahmi antarwarga dan antarsuku di wilayah Kapuas Hulu.(Sya)
